Kota Banjarbaru merupakan kota penghubung antara kota Banjarmasin dengan kota lainnya di Kalimantan selatan. Bundaran pada simpang empat Jalan A. Yani ini merupakan salah satu bundaran penting di Banjarbaru. Bundaran ini melayani berbagai arus yang berasal dari arah Banjarmasin, Martapura, Jalan Mistarcokrokusumo dan Jalan Ir. P.M. Noor. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kinerja bundaran saat ini, kinerja bundaran ketika ukuran lebar jalinan di perkecil, dan kinerja bundaran ketika ukuran lebar jalinan di perbesar. Penelitian yang dilakukan pada bundaran ini yaitu dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Dalam melakukan analisa, perhitungan berdasarkan metode dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Dari hasil analisa menunjukan bahwa volume terbesar terdapat pada sore hari yaitu jam 16.45-17.45 wita sebesar 1953,6 smp/jam dan terdapat pada jalinan antara Jl. P.M. Noor dengan Jl. Mistarcokrokusumo. Untuk derajat kejenuhan pada kondisi eksisting dan ukuran lebar jalinan di perkecil sebesar 0,24. Sedangkan kondisi ukuran lebar jalinan di perbesar yaitu sebesar 0,22. Untuk nilai tundaan pada kondisi eksisting sebesar 6,355 det/smp, pada kondisi ukuran lebar jalinan di perkecil yaitu sebesar 6,403 det/smp dan pada kondisi ukuran lebar jalinan di perbesar yaitu sebesar 6,245 det/smp. Berdasarkan MKJI 1997 nilai DS < 0,85 dan nilai D < 10 det, maka bundaran ini masih normal atau tidak jenuh kepadatan arusnya.
Copyrights © 2012