Produksi pangan di Propinsi Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu lumbung padi nasional berasal dari persawahan pasang surut yang terletak disepanjangkanan/kiri sungai Barito bagian hilir. Berbagai masalah sering muncul menjadi kendala bagi budidaya pertanian dipersawahan pasang surut,antara lain masalah keasaman, salinitas dan kurangnya ketinggian muka air untuk mencapai lahan pertanian, sering disebabkan oleh sistem tata air yang kurang tepat, semua permasalahan diatas muncul sebagai akibat dari tidak tepatnya dalam menentukan elevasi dasar lahan pertanian, penentuan elevasi dasar lahan pertanian adalah merupakan faktor utama dari semua perencanaan terhadap lahanpertanian. Dalam penentuanelevasi dasar pertanian dilahan pasang surut banyak dipengaruhi oleh kisaran pasang surut air laut.Penelitian yang dilakukan mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana penentuan elevasi dasar lahan pertanian berdasarkan pada kisaran pasang surut air laut. Berapa besar kisaran pasang surut pasang surut air laut yang tepat untuk lahan pertanian yang akhirnya dapat merencanakan system tata air yang tepat.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai Formzaki untuk Barambai adalah 3,062 hal ini menunjukkanbahwa daerah Barambai adalah pasang surut harian tunggal/diurnal tide termasuk type luapan C. Berdasarkan dari kisaran pasang surut tersebut akan memudahkan dalam penentuan elevasi lahan pertanian dalam mengatur siste muka air. Diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai sebagai sumbangan pemikiran secara ilmiah bagi pemerintah daerah Kabupaten Batola dalam peningkatan produktivitas pangan pada daerah lahan rawa dengan menentukan elevasi dasar lahan pertanian sebagai salah satu system pengelolaan tata air yang tepat.
Copyrights © 2012