Kerusakan jalan sering terjadi karena kondisi tanah yang kurang mendukung dan arus lalu lintas yang cukup padat. Pada proyek penelitian ini, bila dilihat pada kondisi awal jalan yang merupakan jalan lapis permukaan HRS-Wc sudah mulai rusak/kasar dan dibeberapa tempat terlihat permukaan yang bergelombang atau berlubang. Perkerasan kaku diambil berdasarkan kondisi lingkungan sekitarnya dan umur rencana yang relatif panjang. Walaupun bila dilihat dari segi biaya awal, perkerasan ini mempunyai biaya awal yang relatif tinggi bila dibandingkan perkerasan lentur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis biaya menggunakan analisa deret seragam/ annual worth adalah semua aliran kas yang terjadi selama horizon perencanaan dikonversikan kedalam deret seragam dengan tingkat bunga sebesar MAAR. Hasil yang didapat adalah perkerasan Kaku lebih ekonomis bila dibandingkan dengan Perkerasan Lentur. Pada perkerasan kaku didapatkan biaya sebesar Rp. 142.232/ m2, sedangkan pada perkerasan lentur didapat biaya yang lebih kecil yaitu Rp.184.471,-/ m2. Perkerasan kaku lebih ekonomis karena mempunyai ongkos yang lebih kecil.
Copyrights © 2011