ABSTRAKLatar belakang: Berdasarkan data Dunia, tahun 2012 terdapat 162 juta balita mengalami stunting, jika tren berlanjut tanpa upaya penurunan, diproyeksikan akan menjadi 127 juta pada tahun 2025. Sebanyak 56% anak dengan kondisi stunting hidup di Asia dan 36% di Afrika.Hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) persentase balita pendek (stunting) tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Tahun 2007 sebesar 36,8%, tahun 2010 turun menjadi 35,6%, tahun 2013 kembali meningkat sebesar 37,2% (Kemenkes RI. 2016).Tujuan Penelitian: Diketahui Kejadian Stunting di Puskesmas Kota Bandar Lampung Tahun 2019Metode Penelitian: Jenis Penelitian adalah Kuantitatif, dengan rancangan penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia bawah dua tahun yang ada di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung diperoleh dari bulan Mei tahun 2019 berjumlah 3.931 anak, sampel 591 anak. Teknik sampel dengan stratified random sampling. Analisa yang digunakan adalah analisa UnivariatHasil: Hasil analisa Univariat didapatkan Kejadian stunting di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung sebesar 39,95%.Kesimpulan: Kejadian stunting di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung sebesar 39,95%. Kata Kunci: Kejadian stunting, Anak usia bawah dua tahun
Copyrights © 2020