Sintesis logam paduan Fe-Cr-Y2O3 dilakukan untuk menghasilkan material kelongsong bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Uji ketahanan korosi dalam lingkungan air demin dan uap air temperatur tinggi dilakukan pada sampel paduan dengan komposisi persen berat Y2O3 yaitu 0 %, 0,5 % dan 1 %. Uji oksidasi temperatur tinggi dilakukan pada temperatur 700℃ selama 6 jam. Perubahan laju oksidasi dianalisis berdasarkan perubahan berat dan lapisan pelindung oksidasi yang terbentuk selama proses pengujian. Hasil pengujian menunjukkan laju korosi dengan 0 % yttrium, 0,5 % yttrium dan 1 % yttrium masing-masing sebesar 0,0253 MPY, 0,02719 MPY dan 0,0484 MPY. Oksidasi pada temperatur tinggi 700℃ selama 6 jam menunjukkan laju oksidasi semakin tinggi dengan meningkatnya kandungan unsur yttrium dalam paduan Fe-Cr sedangkan tebal lapisan oksida relatif sama sekitar 77 µm. Dari hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa kandungan yttrium 0 % hingga 1 % memiliki ketahanan korosi paduan yang cukup baik untuk digunakan sebagai material kelongsong bahan bakar nuklir dan penambahan unsur yttrium mampu meningkatkan ketahanan korosi paduan Fe-Cr- Y2O3.
Copyrights © 2019