Pada Industri pengolahan kelapa sawit dihasilkan beberapa limbah berupa tandan kosong, limbah cair, serabut, cangkang dan limbah padatan (Solid decanter). Limbah padat dalam produksi kelapa sawit menghasilkan 4% dari semua proses yang terjadi. Decanter solid banyak dijadikan pupuk organik karena kandungan N, P dan K cukup tinggi, limbah decanter solid juga dijadikan pakan ternak karena kandungan protein dan lemak cukup tinggi untuk dijadikan pakan sampingan khususnya untuk sapi dan kambing. Decanter solid ini biasa digunakan dalam pembuatan pupuk organik yang akan dikembalikan kepada lahan kelapa sawit untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga mengurangi biaya perawatan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan kapang dan bakteri limbah padat kelapa sawit sebagai pupuk organik. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi kandungan mikroorganisme pada limbah decanter solid pada usia 2, 3 dan 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada decanter solid banyak mengandung mikrobiologi seperti aspergillus niger, aspergillus fumigatus, Cellvibrio sp, Pseudomonas sp dan Pseudomonas sp. Mikroba ini akan membantu penyediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan seperti nitrogen (N), posfor(P), kalium (K) Dan carbon organik (C).
Copyrights © 2020