Salah satu jenis penyakit yang sering menyerang tanaman jagung adalah penyakit hawar daun yang disebabkan patogen jamur Helmithosporium sp. Untuk mengendalikan penyakit, petani cenderung mengandalkan pestisida sintetis yang bisa menyeb abkan resistensi hama dan penyakit, menimbulkan pencemaran lingkungan, bahkan merugikan kesehatan manusia. Untuk mencegah dampak negatif pestisida sintesis perlu alternatif lain, misalnya dengan memanfaatkan agen hayati. Dewasa ini telah berhasil dikembangkan produk agen hayati yang diharapkan dapat menggantikan ketergantungan penggunaan pestisida sintesis. Pelaksanaan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, dilakukan di rumah kasa. Faktor yang diteliti ialah pemanfaatan agen hayati Tribac untuk mengendalikan penyakit hawar daun tanaman jagung, dengan menguji 4 tingkat konsentrasi berturut-turut 0,1%, 0,2%, 0,3% dan 0,4% dan 1 perlakuan pembanding tanpa pemberian agens hayati Tribac. Intensitas serangan hawar daun tanaman jagung dihitung menggunakan rumus : I = { ∑ (ni x vi) / (Z x N) } x 100%. Hasil penelitian menyimpulkan, agen hayati Tribac efektif mengendalikan penyakit hawar daun tanaman jagung yang disebabkan pathogen Helminthosporium sp. Tingkat konsentrasi aplikasi agen hayati Tribac 0,4% menghasilkan intensitas serangan yang terendah.
Copyrights © 2020