NUTRIRE DIAITA
Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITA

HubunganPolaKonsumsiMakananBeresikodan Status GizidenganKejadianHipertensi di Kalimantan Selatan padaUsia 35 – 44 Tahun (Analisis Data RISKESDAS 2007)

Sari, Dewi Anggraini Puspita (Unknown)
Ernawati, Fitrah (Unknown)
Kuswari, Murry (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Mar 2016

Abstract

AbstractHypertension is non communicable disease and The third major cause of death in Indonesia for all ages (6.8%), after a stroke (15.4%) and tuberculosis (7.5%). The problem of hypertension is influenced by sex, age, nutritional status, food consumption patterns of risk (sweet, salty, fatty, offal, preserved food, caffeinated, and seasonings), stress, and physical activity. The purpose of this study was to determine the relationship of food consumption patterns and nutritional status with the risk of incident hypertension in South Kalimantan in the age group 35-44 years. The subjects of  this study are people aged 35-44 years old  in South Kalimantan. Sample obtained by 3603 people. Analysis of the data in this study using chi-square test and Spearman correlation. This technique is used to determine the relationship between the characteristics (gender and residential areas), nutritional status, and patterns of food consumption risk (sweet, salty, fatty, offal, preserved, caffeinated beverages, and seasonings). Statistical test results showed an association between sex, nutritional status (r = 0.188, p <0.05), and the pattern of consumption of caffeinated beverages (r = 0.06, p <0.05) with incident hypertension. Keywords: the pattern of food consumption risk, nutritional status, hypertension AbstrakHipertensi merupakan penyakit tidak menular dan penyebab kematian utama ketiga di Indonesia untuk semua umur (6,8%), setelah stroke (15,4%) dan tuberculosis (7,5%). Masalah hipertensi dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, status gizi, pola konsumsi makanan beresiko (manis, asin, berlemak, jeroan, yang diawetkan, berkafein, dan bumbu penyedap), stres, dan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola konsumsi makanan beresiko dan status gizi dengan kejadian hipertensi di Kalimantan Selatan pada kelompok usia 35-44 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Kalimantan Selatan usia 35-44 tahun. Sedangkan sampelnya diperoleh sebanyak 3603 orang. Analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan uji korelasi spearman dan chisquare. Teknik ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik (jenis kelamin dan daerah pemukiman), status gizi, dan pola konsumsi makanan beresiko (manis, asin, berlemak, jeroan, yang diawetkan, minuman berkafein, dan bumbu penyedap). Hasil uji statistik menunjukan adanya hubungan antara jenis kelamin, status gizi (r=0,188, p<0,05), dan pola konsumsi minuman berkafein (r=0,06, p<0,05) dengan kejadian hipertensi. Kata kunci: pola konsumsi makanan beresiko, status gizi, hipertensi  

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

Nutrire

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Health Professions Public Health

Description

Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with ...