Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Atlas Flora Lumut yang layak digunakan sebagai sarana identifikasi baik secara teoretis maupun empiris. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan instruksional Fenrich, dengan tahapannya yaitu analisis, perencanaan, perancangan, pengembangan, implementasi, serta evaluasi dan revisi. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya pada bulan November 2015 sampai Maret 2016. Eksplorasi dan dokumentasi lumut dilakukan di Arboretum Sumber Brantas, Kota Batu-Malang pada bulan Desember 2015 sampai bulan Maret 2016. Sasaran penelitian ini adalah Atlas Flora Lumut yang diujicobakan kepada 20 orang. Parameter dalam penelitian ini yaitu validitas atlas, keterbacaan atlas, pengamatan aktivitas pengguna, dan respons pengguna terhadap atlas. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar validasi atlas, lembar keterbacaan menggunakan Grafik Fry, lembar pengamatan aktivitas pengguna atlas, dan lembar angket respons pengguna atlas. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Atlas Flora Lumut layak secara teoretis berdasarkan hasil validasi memperoleh persentase 99,54% dengan interpretasi sangat layak, dan layak secara empiris berdasarkan 3 kriteria yaitu hasil analisis keterbacaan yang sesuai dengan tingkat perguruan tinggi dan di atasnya (mahasiswa calon guru biologi dan guru biologi), hasil pengamatan aktivitas pengguna memperoleh persentase 99,38% dengan interpretasi sangat aktif, dan hasil angket respons pengguna memperoleh persentase 99,25% dengan interpretasi sangat layak. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Atlas Flora Lumut layak digunakan sebagai sarana identifikasi baik secara teoretis maupun empiris. Kata kunci: Atlas, Lumut, Sarana Identifikasi.
Copyrights © 2016