Tuntutan akan pengembangan budaya lokal akhir-akhir ini meningkat seiring dengan digulirkannya reformasi dan tuntutan pelaksanaan otonomi daerah di negeri ini. Tuntutan ini muncul sebagai suatu bentuk akumulasi dari proses peminggiran budaya lokal yang telah berlangsung sejak beberapa abad yang lalu. Dengan menganalisis fenomena yang muncul ketika proses tersebut berjalan tulisan berikut ini mencoba melihat secara dekat peran agama ketika budaya lokal berada pada wilayah periferi dalam struktur budaya nasional.
Copyrights © 2003