Mirip dengan Jefrey Mallinson yang mengkaji aspek relihiusitas masyarakat yang terkonstruk dalam film The Lord of The Rings, dan Sandie Gravett yang menelusuri relijiusitas seseorang wanita dalam film Fight Club, penulis juga ingin membongkar konstruksi Islam dalam film-film Hollywood. Dengan menggunakan ‘paradigma media’-nya Jean Baudrillard, penulis mengurai satu-persatu jalinan ide dalam memposisikan Islam dan blantika perfilman. Film, sebagai salah satu media sangat mempengaruhi terbentuknya imaji masyarakat. Oleh karena itu simulasi-nya Baudrillad sangat signifikan ketika dipakai untuk menggiring imaji-imaji (simulacra) yang dibentuk sampai terkristalnya gugusan realitas yang melampaui realitas sebenarnya (hyper-reality), dan ini dilekatkan dalam mengkonstruk Islam. Sementara itu masyarakat yang menerima konstruksi itu hanya “terdiam†dalam kungkungan realitas tersebut (silent majorities).
Copyrights © 2004