Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan secara diskriptif kritis tentang  nalar  ilmu  kalam  emansipatoris  deng an  meng gunakan pemikiran Masdar F. Mas’udi sebagai pemandu arah kajian dalam merumuskan “nalar ilmu kalam emansipatorisâ€. Dalam wacana ilmu kalam (akidah), kaum Muslim seringkali hanya berpegang pada warisan keilmuan Wasil Ibn ‘Atha’, Abu al-Hasan al-Asy’ari, Abu Mansur al- Maturidi, dan al-Ghazali untuk menyebut beberapa di antaranya. Nalar ilmu kalam mereka bersifat ideologis, yakni nalar ilmu kalam yang mulai memperhatikan aspek kemanusiaan, tetapi masih bersifat abstrak dan intelektualis, tidak substansial dan tidak mengacu secara langsung pada problem kemanusiaan yang dihadapi umat. Berdasar penelitian ini, rancang bangun kelimuan kalam perlu dirumuskan kembali dari nalar ilmu kalam tradisional kepada nalar ilmu kalam emansipatoris. Nalar ilmu kalam tradisional tersebut dinyatakan tidak relevan lantaran tidak mampu mengurai dan menjawab problem kehidupan dan sosial kemanusiaan, bahkan se balikny a ia hany a membela Tuhan dan menyucikan-Nya. Karena itu nalar ilmu kalam emansipatoris sangat dibutuhkan untuk menjawab dan mengurai problem kehidupan dan sosial manusia aktual saat ini.
Copyrights © 2012