Bagi raja-raja Jawa dan pendukung Sastra BudayaJawa, kedudukan dan kekuasaan politik adalah nomor satu dan segalanya, sedang agama adalah nomor dua. Bahkan agama apa saja tidak masalah asal bisa dimanfaatkan untuk memperkokoh kedudukan dan kekuasaan mereka. Dinasti Mataram sebagai dinasti orang kebanyakan (dinasti petani), yang berkat perjuangannya keluarga ini berhasil mengubah starusnya menjadi keluarga raja atau dinasti. Karena keluarga dinasti Mataram berasal dari keluarga petani, maka wajar kalau dinasti ini menghadapi ancaman pergeseran, di sisi yang lain umat Islam yang sejak akhir kerajaan Majapahit telah merupakan kekuatan yang nyata. Sehingga untuk retap mengukuhkan kedudukannya Dinasti Mataram harus melakukan konsolidasi atas edudukannya. Di antaranya dengan menggunakan agama [Islam] sebagai alat untuk melegitimasi kekuasaannya.
Copyrights © 2004