Budaya Jawa menempatkan sisi terdalam dari kesadaran budayanya melalui rangkaian simbol yang terstruktur secara rumit. Meskipun demikian, makna simbolik itu akan selalu menjadi acuan bagi perilaku budayanya. Di dalam memposisikan perempuan, secara simbolik masyarakat Jawa, khususnya di kalangan keraton juga memakai rangkaian simbol. Dengan demikian perilaku yang langsung terkait dengan posisi perempuan dalam masyarakat Jawa harus dimaknai simbolik dari fenomena poligami di lingkungan Keraton Mataram. Dengan melihat dari sisi sejarah penulis ingin mengungkapkan pandangan budaya Jawa terhadap posisi perempuan dalam sistem kebudayaannya, terutama dalam konteks poligami. Kata Kunci: Poligami, Dinasti MataramÂ
Copyrights © 2005