Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan dari Industri Rumah Tangga Olahan Singkong di Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Untuk mengetahui besarnya R/C Ratio, B/C Ratio, dan BEP (Break Event Point) dari Industri Rumah Tangga Olahan Singkong di Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Penelitian dilakukan di Industri Rumah Tangga Olahan Singkong dari bulan Oktober sampai Desember 2019. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan daftar kuesioner. Responden diambil 4 orang pemilik usaha IRT. Hasil penelitian menyimpulkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh ke 4 IRT olahan singkong keripik Rp. 15.508.032 dan kremes Rp. 15.033.387. Penerimaan keripik Rp. 33.991.250 dan kremes Rp. 33.103.750. Pendapatan keripik Rp. 18.483.218 dan kremes Rp. 18.065.218. R/C Ratio keripik 2,19 dan kremes 2,20 sedangkan B/C Ratio keripik 1,19 dan kremes 1,20 artinya nilai r/c dan B/C ratio > 1 ini menunjukkan bahwa usaha olahan singkong tersebut sudah layak untuk diusahakan dan dijalankan. BEP Harga Produksi keripik Rp. 20.245/Kg dan kremes Rp. 20.159/Kg. BEP Volume Produksi keripik 349,5 Kg dan kremes 338,8 Kg, berarti usaha keripik dan kremes olahan singkong tersebut memberikan keuntungan dan layak untuk diusahakan.
Copyrights © 2021