Agroswagati : Jurnal Agronomi
Vol 2, No 1 (2014)

PENGARUH TAKARAN PUPUK KALIUM DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) KULTIVAR JERAPAH

Tadjudin Suradinata (Program Studi Agronomi Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon)
Harwan Sutomo (Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon)
Abu Maisy Ichsani (Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi perlakuan takaran pupuk kalium dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Jerapah. Selain itu untuk mengetahui hubungan antara komponen pertumbuhan dengan komponen hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Jerapah.Percobaan ini dilakukan di Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mulai dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2010.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan dalam penelitian ini merupakan kombinasi takaran pupuk kalium dan takaran pupuk kandang, yaitu A (50 kg KCl/ha, dan 5 ton/ha), B (100 kg KCl/ha, dan 5 ton/ha), C (150 kg KCl/ha, dan 5 ton/ha), D (50 kg KCl/ha, dan 7,5 ton/ha), E (100 kg KCl/ha, dan 7,5 ton/ha), F (150 kg KCl/ha, dan 7,5 ton/ha), G (50 kg KCl/ha, dan 10 ton/ha), H (100 kg KCl/ha, dan 10 ton/ha), I (150 kg KCl/ha, dan 10 ton/ha) dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 petak percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, jumlah cabang per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, bobot polong bernas per tanaman, bobot polong bernas per petak, bobot biji kering per petak, dan bobot 100 butir biji. Hasil percobaan menunjukkan kombinasi perlakuan takaran pupuk kalium dan pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang umur 56 HST, jumlah polong bernas per tanaman, bobot polong  bernas per tanaman dan per petak, bobot biji kering per petak. Bobot biji kering per petak yang tinggi dihasilkan dengan kombinasi perlakuan C (150 kg KCl/ha, dan 5 ton Pukan/ha) dan E (100 kg KCl/ha, dan 7,5 ton Pukan/ha),  masing-masing  0,50 kg/petak (11,14 ku/ha), 0,52 kg/petak (11,59 ton/ha).Hubungan antara tinggi tanaman (28, 42 dan 56 HST), jumlah daun (42 dan 56 HST), dan jumlah cabang umur 42 HST dengan bobot biji per petak bersifat tidak nyata, sedangkan hubungan antara jumlah daun 28 HST, jumlah cabang umur 28 dan 56 HST dengan bobot biji per petak bersifat nyata dengan keeratan hubungan cukup.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

Agroswagati

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

JURNAL AGROSWAGATI diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL AGROSWAGATI tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang agronomi dengan ruang lingkup Budidaya tanaman, Aspek tanah, OPT, Mekanisasi, Pemuliaan, Ilmu dasar ...