Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai waktu pemberian pupuk nitrogen dan bobot mulsa jerami terhadap hasil jagung manis (Zea mays saccaharata Sturt) kultivar bonanza. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan sawah Desa Sindanghayu, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Pada bulan Desember sampai dengan bulan Februari 2013. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri 12 perlakuan & masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan terdiri: A (N: Saat Tanam dan Bobot Mulsa 3 ton/ha) B (N: Saat Tanam, 15 HST dan Bobot Mulsa 3 ton/ha), C (N: Saat Tanam, 30 HST dan Bobot Mulsa 3 ton/ha), D (N: Saat Tanam, 45 HST dan Bobot Mulsa 3 ton/ha), E (N: Saat Tanam dan Bobot Mulsa 6 ton/ha), F (N: Saat Tanam, 15 HST dan Bobot Mulsa 6 ton/ha), G (N: Saat Tanam, 30 HST dan Bobot Mulsa 6 ton/ha), H (N: Saat Tanam, 45 HST dan Bobot Mulsa 6 ton/ha), I (N: Saat Tanam dan Bobot Mulsa 9 ton/ha), J (N: Saat Tanam, 15 HST dan Bobot Mulsa 9 ton/ha), K (N: Saat Tanam, 30 HST dan Bobot Mulsa 9 ton/ha), L (N: Saat Tanam, 45 HST dan Bobot Mulsa 9 ton/ha). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh kombinasi waktu pemberian pupuk nitrogen dan bobot mulsa jerami berpengaruh terhadap diameter tongkol per tanaman, bobot tongkol berkelobot per tanaman, bobot tongkol tidak berkelobot per tanaman, bobot tongkol berkelobot per petak, bobot tongkol tidak berkelobot per petak, bobot biji per tanaman dan bobot biji per petak. Hasil tertinggi pada perlakuan Saat Tanam, 30 HST dan Bobot Mulsa 6 ton/ha menghasilkan bobot biji per petak 2,53 kg setara dengan 6,66 ton/ha.
Copyrights © 2014