Dalam menentukan suatu wilayah kabupaten tergolong miskin umumnya masih digunakan analisisregresi. Padahal kemiskinan sangat mungkin terpengaruh oleh ruang dan daerah sekitarnya. Kondisiini menyebabkan data antar pengamatan sulit memenuhi asumsi saling bebas sebagai salah satuasumsi pada analisis regresi. Analisis yang dapat mengakomodir masalah spasial ini adalah modelotoregresif spasial (spatial autoregressive models, SAR), model galat spasial galat (spatial error models,SEM), dan model spasial umum (spatial general models, SGM). Tujuan penelitian ini adalahmenentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan dengan model regresi spasial. Hasilpenelitian menunjukkan bahawa model terbaik adalah SAR dan faktor-faktor yang mempengaruhikemiskinan adalah persentase penduduk yang tidak tamat Sekolah Dasar (SD) atau tidak bersekolah,persentase penduduk yang menggunakan air minum yang tidak berasal dari air mineral, air PAM,pompa air, sumur atau mata air terlindung, dan persentase penduduk yang menempati rumah dengankategori sehat yaitu dengan luas lantai lebih dari 8 m2.
Copyrights © 2012