Latar Belakang : Dermatitis kontak akibat kerja merupakan salah satu kelainan kulit yang sering dijumpai, sekitar 85% sampai 98% dari seluruh penyakit kulit akibat kerja. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan di pabrik tahu Primkopti didapatkan bahwa 4 orang pekerja mengalami dermatitis kontak iritan kumulatif dari 7 pekerja yang diwawancara atau setara dengan angka 57,1%. Tujuan: untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya dermatitis kontak iritan pada pekerja pabrik tahu Primkopti. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 33 pekerja. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Data disajikan dalam analisa p-value, prevalensi rasio (PR) dan 95% interval kepercayaan (CI). Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa 51,5% pekerja mengalami dermatitis kontak iritan. Faktor penyebab yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan yaitu masa kerja dan pengetahuan, sedangkan yang tidak berhubungan yaitu variabel personal hygiene. Kesimpulan: Sebagian besar pekerja tahu mengalami dermatitis kontak iritan sehingga perlu dilakukan penyuluhan kepada pekerja mengenai penggunaan APD dan penyakit akibat kerja. Kata Kunci : Dermatitis Kontak Iritan, Lama Kontak, Penggunaan APD
Copyrights © 2018