Latar belakang: Lebih dari 1 dari 5 orang dewasa di seluruh dunia mengalami hipertensi. Sebuah kondisi yang menyebabkan sekitar setengah dari semua kematian akibat stroke dan penyakit jantung. Pada lansia terapi musik dapat diberikan untuk mengurangi cemas, depresi dan nyeri sendi terutama lansia yang tinggal di panti karena dengan musik akan memberikan peluang kepada situasi yang menyenangkan, rileks, mengurangi rasa sakit, agitasi dan kesempatan untuk bersosialisasi dan mengenang memori atau peristiwa dan makna yang menyertai dari lagu musik tersebut. Tujuan: diketahuinya pengaruh terapi musik klasik terhadap tekanan darah pada lansia dengan penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasy eksperimental dengan rancangan penelitian one-group pretest-postest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang menderita hipertensi, jumlah sampel 35 responden diambil secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon (α=0,05). Penelitian ini dilakukan di Panti Sosial Teratai Palembang pada tanggal 8 Oktober – 20 Desember 2018. Hasil: Hasil univariat didapatkan distribusi frekuensi dan nilai median sebelum diberikan terapi musik klasik 2,00 dan sesudah diberikan terapi musik klasik 2,00. Hasil didapatkan statistik uji wilcoxon bahwa ada pengaruh terapi musik klasik (p value = 0,000) terhadap tekanan darah pada lansia dengan penderita hipertensi. Kesimpulan penilitian ini bahwa adanya pengaruh terapi music klasik terhadap tekanan darah pada lansia dengan penderita hipertensi di Panti Sosial Teratai Palembang. Saran: Diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi dengan cara membuat jadwal secara berkala dan mengaplikasikan langsung hasil penelitian yaitu terapi music klasik kepada lansia dalam mengatasi atau menurunkan tekanan darah khususnya yang menderita hipertensi. Kata kunci : Hipertensi, Terapi Musik Klasik
Copyrights © 2020