Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014

PERAN SIRKUMSISI DALAM INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Fitria Fitria (Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala /RSUD dr. Zainoel Abidin)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2014

Abstract

Abstrak. Prevalensi infeksi menular seksual (IMS) di dunia terus meningkat. Banyak upaya telah dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran IMS tersebut namun belum memberikan hasil yang memuaskan. Beberapa ahli mulai merekomendasikan sirkumsisi sebagai salah satu upaya pencegahan penularan IMS akan tetapi hal ini masih bersifat kontroversial karena hasil dari beberapa penelitian memberikan kesimpulan yang saling bertentangan. Sirkumsisi pada laki-laki dilakukan dengan menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan penis atau prepusium yang bertujuan untuk membersihkan penis dari kotoran penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis yang masih ada preputiumnya. Sirkumsisi pada perempuan dilakukan dengan cara bervariasiseperti melukai atau memotong klitoris namun dilaporkan secara medis tidak ada manfaatnya. Abstract. The prevalence of sexually transmitted infections (STI) in the world continues to increase. Many efforts have been done to prevent the spread of STIs, but has not given satisfactory results. Some experts began recommending circumcision as a prevention of the transmission of STIs but it is still controversial because the results of some studies provide conflicting conclusions. Male circumcision is done by removing part or all of the penis foreskin or prepuce of the penis that aims to rid of impurities that may cause illness attached to the tip of the penis is still there preputiumnya. Female circumcision is done by varying such injure or cut the clitoris but reported no medical benefit. 

Copyrights © 2014