Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011

Pengaruh Modifikasi Pola Hidup Terhadap Parameter Antropometri Pada Penderita Obesitas

Hendra Zufry (Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2011

Abstract

Abstrak.  Modifikasi pola hidup berupa pengurangan kalori makanan dan aktifitas fisik sedang merupakan terapi lini pertama pada obesitas. Penelitian yang dilakukan pada bulan Maret- September 2010 di Rumah Sakit Umum H.Adam Malik Medan ini bertujuan menilai pengaruh modifikasi pola hidup selama 12 minggu terhadap parameter antropometri penderita obesitas. Uji klinis terhadap 18 pasien obesitas (9 pria dan 9 wanita, usia 33,50 ± 7,13 tahun, berat badan (BB) 81,25 ± 16,07 kg, Indeks Massa Tubuh (IMT) 31,31 ± 3,09 serta Lingkar Pinggang (LP) 97,39 ± 10,36 cm ) ini mendapatkan hasil adanya perbaikan parameter antropometri BB – 5,02 %, LP – 3,8 % serta IMT sebesar – 6,5 % yang kesemuanya bermakna secara statistik. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa modifikasi pola hidup dapat memperbaiki parameter antropometri pada penderita obesitas.Abstract. Lifestyle modification (LSM) consist reduced of calories food intake and moderate physical activity is the first line therapy for obesity patients. This study done during March-September 2010 at H.Adam Malik Hospital Medan to investigated effect of LSM  to anthropometric parameters of obesity patients. This clinical trials give intervention of LSM for 18 patients (9 male dan 9 female , Mean age 33,50 ± 7,13 years, body weight (Bw) 81,25 ± 16,07 kg, body mass index  (BMI) 31,31 ± 3,09 kg/m 2 and waist circumference (WC) 97,39 ± 10,36 cm ). The Result of this study was significant reduced of Bw – 5,02 %, WC – 3,8 % and BMI -6,5 % of obesity after achieve LSM intervention during 12 weeks. Conclusion of this study was LSM have significant and improved anthropometric parameter of obesity patients.

Copyrights © 2011