Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007

Kecepatan Asetilasi Isoniazid Pada Masyarakat Kediri

Mulyadi Mulyadi (dosen pada Bagian Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2007

Abstract

Abstrak. Metabolisme utama  INH melalui jalur  asetilasi dengan perantara N-asetil  transferase, kecepatan asetilasi dipengaruhi oleh ras dan genetik, dan dapat dibagi dalam asetilasi cepat atau asetilasi lambat. Selain itu asetilasi  merupakan   salah  satu jalan   biotransformasi metabolit  yang   dihasilkan oleh  berbagai   arilamin karsinogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fenotip asetilasi   pada masyarakat Kediri Jawa Timur, dengan mengukur kadar INH dalam serum   sesudah konsumsi secara oral.   Penelitian ini merupakan suatu classical epidemiologi dilakukan pada  30 orang. Variabelpenelitian  adalah asetilasi cepat dan asetilasi lambat. Didapatkan mayoritas masyrakat Kediri memiliki asetilasi cepat yaitu sebesar 53,33 %, dan asetilasi lambat sebesar 47,63 %.( JKS 2007; 1: 9-14)Kata kunci :  fenotip asetilasi, INHAbstract. Acetylation  phenotype  can be determined by  measuring  isoniazid acetylation rate which can be categorized into fast and slow acetylators. The objective of this study is to identify the acetylation phenotype in Kediri  population  Jawa  Timur  with  measured    INH  level  in  serum  after  oral  compsumption.      Study methodology  was classical epidemiology, undertaken in 30 subject. The variables of  this study were  fast and slow acetylator. In all in subject mayority ofKediri community: fast acetylation phenotype was found 53,33 % and slow acetylation phenotype was 47,63 %.  (JKS 2007; 1:9-14)Keywords :   acetylation phenotype,  isoniazid

Copyrights © 2007