Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010

Analisis KecenderunganAkseptorKB TerhadapPemilihan Alat KontrasepsidalamRahim (AKDR) di Poli PKBRS RSUDZA

Tilaili Ibrahim (dosenpada bagian I/mu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2010

Abstract

Abstrak.  Keluarga berencana diartikan sebagai metode-metode pengendalian kelahiran yang memungkinkan pasien untuk menunda atau mencegah reproduksi. Alat kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu  metode  kontrasepsi  yang  dianggap  efektif  dan  efisien  namun  pengunaannya relatif  lebih  rendah dibandingkan dengan penggunaan metode kontrasepsi lain. Berdasarkan mini survei BKKBN, pengguna AKDR mengalami penurunan dari  10,9% pada tahun 2002-2003 menjadi 5,4% pada tahun 2006. Telah dilakukan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional survey mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor KB terhadap pemilihan AKDR di Poli PKBRS RSUDZA Banda Aceh Periode Agustus 2009. Populasinya adalah seluruh akseptor KB yang datang ke Poli PKBRS RSUDZA Banda Aceh tahun 2009.  Sampelnya adalah pasien yang datang ke poli PKBRS RSUDZA dan yang bersedia untuk diwawancara   pada saat dilakukannya penelitian ini{lO Agustus 2009 - 21 Agustus 2009) yang berjumlah 57 orang.  Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui faktor-faktor   yang mempengaruhi akseptor KB terhadap Alat Kontrasepsi Dalam Rahim. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 12 responden (21,05%) sebagai pengguna AKDR dan 45 responden (78,94%) sebagai akseptor KB selain AKDR. Pemilihan AKDR sebagai  alat  kontrasepsi  cenderung  ditemukan pada  Akseptor  dengan  tingkat pengetahuan  yang  baik mengenai AKDR, tingkat pendidikan yang tinggi, akseptor yang berumur 20-35 tahun dan akseptor yang bekerja.(J.KS2010;3:123-130)Kata kunci : Akseptor KB, AKDR, Pengetahuan, Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Peran Suami.Abstract.   Family  planning  as  birth  control  methods  that  provide  pastients  to  postpone  or  avoid the pregnancy. Intra uterine device (IUD) is one of contraception method which had lower acceptor than others. Based on small survey ofBKKBN, IUD acceptors decrease from 10,9%  in 2002-2003 to 5,4% in 2006. It has been done a descriptive research using  cross sectional survey about The Factors of Contraception Acceptors in Choosing Intra Uterine Device (IUD) in Family Planning Service Polyclinic of Zainoel Abidin Hospital in2009.  The respondents are all acceptors who visited Family Planning Service Polyclinic of Zainoel AbidinHospital and be ready to interviewed. This research performed on August 10 until August 21 2009 and had57 respondents .The goal of this research is to know the factors of contraception acceptors in choosing intrauterine device in family planning service. polyclinic Zainoel Abidin Hospital Banda Aceh. The results of this research are 12 respondent (21,05%)  as Intra Uterine Device acceptors and 45 respondents (78,94%) as other contraception acceptors. Tendency of choosing IUD can be finded in acceptors with well knowladge about IUD,  well education level, 20-35 years old acceptors, and employee acceptors. (JKS 2010;3:123-130)Keywords: Contraception acceptor, IUD, Knowledge, Age, Education, Husband Participation

Copyrights © 2010