Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Vol. 23 No. 1 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertnian

TABILITAS EMULSI MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus L) PADA BERBAGAI NILAI HYDROPHILE-LYPHOPHILE BALANCE (HLB) PENGEMULSI

Murtiningrum, Zita L. Sarungallo, Gino N. Cepeda, Nurlaila Olong TIN (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Nov 2013

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis dan konsentrasi pengemulsi pada berbagai nilai HLB yang menghasilkan emulsi minyak buah merah yang stabil. Metode emulsifikasi yang digunakan yaitu agen air dicampurkan dalam pengemulsi. Rasio minyak air yang diuji adalah 3:7, 4:6, 5:5, 6:4, dan 7:3. Konsentrasi pengemulsi CMC, gum arabik, tween 20 dan tween 80, GMS dan lesitin yang diujicobakan adalah  0,125%, 0,25% dan 0,375%, sedangkan konsentrasi pengemulsi pektin, gelatin, dekstrin dan SPAN 60 adalah 0,25%, 0,5% dan 0,75%. Perbaikan kekentalan dan daya alir emulsi dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan konsentrasi pengemulsi pada rentang antara 0,125-1%. Pengujian stabilitas emulsi dilakukan dengan mengukur viskositas dan stabilitas emulsi. Hasil menunjukkan bahwa emulsi minyak buah merah paling stabil menggunakan CMC dengan konsentrasi 0,25% pada rasio minyak-air 6:4 dan tween 20 serta tween 80 dengan konsentrasi 0,45% pada rasio minyak-air 7:3. Penggunaan CMC menghasilkan kestabilan emulsi terbaik dengan nilai viskositas tertinggi (10,25 dPa.s) dan stabilitas emulsi terendah (3,5%), serta stabil selama lima hari pada suhu kamar. Kata kunci: minyak buah merah (Pandanus conoideus L.), emulsi, pengemulsi, HLB

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

jurnaltin

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

The development of science and technology in agriculture, has been instrumental in increasing the production of various agricultural commodities. But climate change is also uncertain world led to decreased agricultural productivity. World energy crisis resulted in higher prices of agricultural ...