Bojonegoro adalah wilayah yang menjadi langganan banjir sungai Bengawan Solo setiap tahunnya.Kondisi ini perlu disikapi dengan baik oleh pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang sebagian besarpenduduknya berprofesi sebagai petani. Pengembangan agroindustri (khususnya tempe) adalah salah satualternatif dalam meningkatkan kinerja sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan posisiagroindustri tempe diantara agroindustri yang berkembang di Kabupaten Bojonegoro, serta merumuskan strategipengembangannya. Metode dasar penelitian adalah deskriptif analitik berbasis pada data primer dan skunder.Pemetaan prioritas agroindustri yang berkembang dianalisis dengan Analytical Hierarchy Process (AHP), danperumusan alternatif strategi dianalisis dengan Matriks Internal-Eksternal (IE). Keputusan pemilihan strategiditentukan dengan Quantitative Startegic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwaagroindustri tempe menempati urutan pertama sebagai agroindustri unggulan di Kabupaten Bojonegoro.Berdasarkan analisis matriks IE, maka posisi bersaing agroindustri tempe berada pada kuadran V (strategipengembangan produk dan penetrasi pasar). Berdasarkan QSPM diperoleh rekomendasi strategi yang palingtepat dilakukan oleh pelaku agroindustri tempe di Bojonegoro adalah strategi pengembangan produkKata kunci: agroindustri, tempe, AHP, QSPM
Copyrights © 2013