Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Vol. 24 No. 3 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian

KINETIKA ADSORPSI ISOTERMAL β-KAROTEN OLEIN SAWIT KASAR DENGAN MENGGUNAKAN ATAPULGIT

Sapta Raharja, Prayoga Suryadarma, dan Kristin Eva Sirait TIP (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Mar 2015

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi steady state dan nilai konstanta kinetika reaksi seperti konstanta adsorpsi (k) dan energi aktivasi (Ea) dari proses adsorpsi β-karoten dari CPO menggunakan atapulgit sebagai pembanding dalam penelitian ini juga digunakan arang aktif. Pada kondisi steady statekonsentrasi β-karoten menggunakan atapulgitdipengaruhi oleh faktor suhu dalam proses reaksi. Kondisi steady state diperoleh ketika konsentrasi β-karoten menurun secara konstan dalam olein hingga konstan. Kinetika reaksi adsorpsi isothermal pada tiga tingkat suhu (40ºC, 50ºC, and 60ºC) menghasilkan nilai konstanta adsorpsi (k) mengikuti isothermal model Freundlic. Nilai konstanta adsorpsi pada suhu reaksi dengan adsorben atapulgit adalah 2,31×10-7mL.g-1, 4,94×10-5mL.g-1, dan 7,82×10-5mL.g-1, sedangkan menggunakan arang aktif sebesar 3,10×10-4mL.g-1, 1,29×10-4mL.g-1, dan 6,16×10-3 mL.g-1. Suhu adsorpsi yang tinggi dapat digunakan sebagai faktor pemercepat reaksi.  Nilai energi aktivasi pada kondisi tersebut sebesar 62,04 kkal mole-1 untuk atapulgit, dan 30,45 kkal mole-1 untuk arang aktif. Berdasarkan nilai energi aktivasi (Ea) dapat disimpulkan bahwa proses adsorpsi β-karoten dari CPO menggunakan atapulgit lebih efektif daripada menggunakan arang aktif. Kata kunci: adsorsi, β-karoten, crude palm olein, atapulgit, arang aktif

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

jurnaltin

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

The development of science and technology in agriculture, has been instrumental in increasing the production of various agricultural commodities. But climate change is also uncertain world led to decreased agricultural productivity. World energy crisis resulted in higher prices of agricultural ...