Metahumaniora
Vol 10, No 2 (2020): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2020

PENGARUH BAHASA PORTUGIS DAN MELAYU DALAM TIGA LAGU KERONCONG KREOL TUGU THE INFLUENCE OF PORTUGUESE AND MALAY LANGUAGE IN THREE CREOLE TUGU KERONCONG SONGS

Arif Budiman (Program Studi Prancis, Departemen Linguistik, Universitas Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2020

Abstract

PENGARUH  BAHASA PORTUGIS  DAN MELAYU DALAM TIGA LAGU KERONCONG KREOL TUGU Arif BudimanProgram Studi Prancis,  Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesiae-mail: arif.budiman31@ui.ac.id Abstrak Kreol Tugu adalah Bahasa Kreol Portugis yang sudah punah. Bahasa ini dulunya pernah dituturkan oleh Masyarakat Tugu yang sekarang berdiam di Semper, Jakarta Utara. Walaupun sudah dinyatakan punah, ternyata masih terdapat beberapa lagu dan acara budaya yang masih menggunakan Bahasa Kreol, salah satunya adalah lagu keroncong. Di dalam tulisan ini akan dibahas kosakata Bahasa Portugis dan Melayu yang terkandung di tiga lagu keroncong berbahasa Kreol. Temuan yang menarik adalah adanya percampuran unsur bahasa Portugis dan Melayu dalam tiga lagu keroncong Tugu. Selain itu, ditemukan bahwa sebagian besar kosakata Bahasa Kreol Portugis Tugu berasal dari Bahasa Portugis namun memiliki kaidah tata bahasa yang sangat terpengaruh oleh bahasa Melayu. Kata kunci : Bahasa Kreol Tugu, Bahasa Melayu, Keroncong Tugu, Bahasa Portugis, Etimologi THE INFLUENCE OF PORTUGUESE AND MALAY LANGUAGE IN THREE CREOLE TUGU KERONCONG SONGS Arif BudimanFrench Studies ,  Faculty of Humanities , Universitas Indonesiae-mail: arif.budiman31@ac.id Abstract Tugu Creole is an extinct Portuguese-based Creole. The language was once spoken by Tugu people who now live in Semper, North Jakarta. Despite the fact that Portuguese-based Creole has been declared extinct, several cultural events and songs and still use the language, as in Keroncong Song. This paper will discuss the Portuguese and Malay vocabulary contained in three Keroncong songs in Tugu Portuguese-based Creole. Interesting findings show that the three Keroncong songs incorporate combination of elements from Portuguese and Malay.  Furthermore, the study found that most of the vocabulary of Tugu Portuguese-based Creole in the three Keroncong songs are originated from Portuguese but  the grammar rules are heavily influenced by Malay. Key words : Creole Tugu, Malay Language, Keroncong Song, Portugu

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

metahumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Metahumaniora adalah jurnal dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sejak tahun 2012 dan bertujuan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konseptual maupun hasil riset yang telah dicapai dalam rumpun ilmu humaniora. Fokus dan ruang ...