Metahumaniora
Vol 10, No 3 (2020): METAHUMANIORA, DESEMBER 2020

STRATEGI PENERJEMAHAN KATA NON-EQUIVALENT

Erlina Zulkifli Mahmud (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2020

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas satu jenis strategi penerjemahan yang berfokus pada penerjemahan pada level kata yang bersifat non-equivalent menurut Mona Baker. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis strategi penerjemahan apa saja dalam taksonomi tersebut  yang diaplikasikan pada penerjemahan kata-kata non-equivalent yang ditemukan pada novel-novel Indonesia sebagai bahasa sumber ke dalam bahasa Inggris sebagai bahasa sasaran; dan juga untuk mengidentifikasi apakah pesan yang terdapat pada kata-kata bersifat non-equivalent pada bahasa sumber tersampaikan sama pada bahasa sasaran. Metode yang digunakan untuk membahas aplikasi strategi penerjemahan ini adalah metode kualitatif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata yang bersifat non-equivalent diterjemahkan dengan menggunakan 7 dari 8 strategi penerjemahan yang ada dan secara keseluruhan strategi penerjemahan untuk kata non-equivalent mampu menyampaikan pesan yang terdapat pada kata-kata non-equivalent tersebut meskipun tidak semua secara detil.Kata kunci: strategi penerjemahan, kata non-equivalent, strategi penerjemahan Mona Baker AbstractSpeech act is the activity of uttering speech with a specific purpose. Research on speech acts has been done by many researchers before, but the number is still limited that reviewed the speech acts during the Covid-19 pandemic. This study discussed the types of speech acts on Instagram social media during the Covid-19 period. This study used a pragmatic approach with Searle's speech act theory (1979). The method used is descriptive qualitative. Based on the results of data analysis, researcher found that 3 types of speech acts, namely 1) Directive speech acts with the implicature of persuading and encouraging; 2) Representative speech acts with the implicature of commanding and challenging; 3) Expressive speech acts with the implicature of encouraging.Keywords: Covid-19, Pragmatic, Speech act         

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

metahumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Metahumaniora adalah jurnal dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sejak tahun 2012 dan bertujuan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konseptual maupun hasil riset yang telah dicapai dalam rumpun ilmu humaniora. Fokus dan ruang ...