Metahumaniora
Vol 8, No 1 (2018): METAHUMANIORA, APRIL 2018

Nama Permainan Tradisional Sunda di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung: Suatu Kajian Geolinguistik

Tatang Suparman (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Apr 2018

Abstract

AbstrakJudul makalah hasil penelitian ini adalah “Nama Permainan Tradisionaldi Kabupaten Bandung: Kajian Geolinguistik”. Metode yang digunakan dalampenelitian ini bersifat deskriptif dengan objek penelitian di sembilan titik pengamatandi Kabupaten Bandung. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikannama permainan tradisional yang ada di Kab. Bandung. (2) Mendeskripsikanvariasi fonetis pada nama permainan tradisional Sunda. (3) Mendeskripsikan variasileksikal pada nama permainan tradisional Sunda. Hasil penelitian di sembilantitik pengamatan menunjukkan bahwa di Kabupaten Bandung ditemukan 26 jenispermainan tradisional yang populer dan di kenal di masyarakat, yaitu (1) Ucingsumput, (2) Boy-boyan, (3) Oray-orayan, (4) Sondah, (5) Kelereng, (6) Jajangkungan,(7) Loncat tinggi, (8) Congkak, (9) Kewuk, (10) Gagarudaan, (11) Ular tangga, (12)Dam-daman, (13) Gatrik, (14) Hompimpa, (15) Ngadu muncang, (16) Perepet jengkol,(17) Benteng, (18) Kobak, (19) Gasing, (20) Perepet jengkol, (21) Katapel, (22) Sorodotgaplok, (23) rorodaan, (24) kelom batok, (25) bedil jepret, dan (26) anjang-anjangan.Seluruh permainan tradisional tersebut berdasarkan kajian geolinguistik diketahuimemiliki variasi yang digolongkan ke dalam 10 variasi fonetis dan 13 variasi leksikalyang berbeda di beberapa titik pengamatan.Kata kunci: geolinguistik, nama permainan tradisional, Bandung, SundaAbstractThe title of this research paper is “The Name of Traditional Games in BandungRegency: Geolinguistic Studies”. The method used in this research is descriptive with theobject of research at nine points of observation in Bandung regency. The purpose of thisstudy are (1) Describe the name of traditional games in Kab. Bandung. (2) Describe phoneticvariations on the name of traditional Sundanese games. (3) Describe lexical variations on thename of traditional Sundanese games. The results of the research at nine points of observationindicate that in Bandung regency found 26 types of traditional games are popular and knownin the community, namely (1) Ucing Sumput, (2) Boy-boyan, (3) Oray-orayan, (4) Sondah,(7) Loncat Tinggi, (8) Congkak, (9) Kewuk, (10) Gagarudaan, (11) Snake ladder, (12) Damdaman,(13) Gatrik, ( 14) Hompimpa, (15) Ngadu muncang, (16) Perepet Jengkol, (17)Benteng, (18) Kobak, (19) Gasing, (20) Perepet Jengkol, (21) Katapel, (22) Sorodot gaplok,(23) rorodaan, (24) kelom batok, (25) bedil jepret, and (26) anjang-anjangan. All of thesetraditional games based on geolinguistic studies are known to have variations classified into10 phonetic variations and 13 different lexical variations at several points of observation.Keywords : Geolinguistic Studies, The Name of Traditional Games, Bandung, Sunda

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

metahumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Metahumaniora adalah jurnal dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sejak tahun 2012 dan bertujuan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konseptual maupun hasil riset yang telah dicapai dalam rumpun ilmu humaniora. Fokus dan ruang ...