INTAKO merupakan salah satu koperasi di Sidoarjo yang mengalami penurunan penghasilan sejak tahun 2006 karena adanya luapan lumpur lapindo yang menyebabkan sepi pengujung. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan setelah adanya bencana lumpur lapindo. Metode pengumpulan data dilakukan secara langsung di koperasi INTAKO dengan jumlah responden 30 pengunjung dan pengurus koperasi INTAKO. Pengumpulan data secara langsung dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan menggunakan alat ukur Balance Scorecard untuk mengetahui aspek persepktif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Koperasi INTAKO dilihat dari segi perspektif keuangan termasuk dalam kategori tidaksehat , perspektif proses bisnis internal Sasaran strategis yang ada pada di perspektif proses bisnis internal tidak tercapai kecuali kualitas produk yang tercapai 100%, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan termasuk kategori kurang sehat.
Copyrights © 2020