Kulit manggis (Garcinia mangostana Linn.) mengandung senyawa kimia yang bersifat sebagai antibakteri. Senyawa ini dapat dimanfaatkan dalam pengendalian bakteri simbion Flavobacterium dan Enterobacter pada usus belakang rayap pekerja Coptotermes curvignathus Holmgren. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri dari kulit manggis (G. mangostana Linn.) terhadap pertumbuhan Flavobacterium dan Enterobacter yang diisolasi dari usus belakang rayap pekerja C. curvignathus Holmgren. Ekstrak kulit manggis diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumur Kirby-Bauer dengan konsentrasi ekstrak 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40% b/v (g/ml), kontrol positif antibiotik kloramfenikol dan streptomisin masing-masing 10% (g/ml). Analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis mengandung senyawa bioaktif dari golongan flavonoid, alkaloid, terpenoid, polifenol, kuinon, dan tanin. Hasil pengujian aktivitas antibakteri, menunjukkan bahwa konsentrasi efektif dalam menghambat pertumbuhan Flavobacterium dan Enterobacter yakni masing-masing pada 35% dan 30%.
Copyrights © 2013