Latar belakang: Jumlah pasien TB di Indonesia merupakan ke-3terbanyak di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah pasien sekitar 10% dari total jumlah pasien TB di dunia. Konsekuensinyadiperlukan pengobatan TB yang teratur dengan DOTS agar pasiensembuh. Keterlibatan dan kinerja pengawas minum obat yang baiksangat diperlukan agar pengobatan TB dengan DOTS berhasil.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kinerjaPengawas Menelan Obat (PMO) dengan keberhasilan pengobatanTB Paru dengan DOTS di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Copyrights © 2013