Paradigma orientalis terhadap Islam ada yang bersifat subyektif dan obyektif. Para orientalis periode awal dalam menkaji Islam memiliki tujuan untuk menghancurkan Islam dari dalam. Eksistensi orientalisme bukan hanya wacana akademis tetapi memiliki motif politis, ekonomis dan keagamaan. Secara politis, kajian orientalis tentang duniaTimur untuk kepentingan politik kolonialisme Eropa dalam rangka menguasai dunia Islam. Namun dewasa ini orientalis mulai adanya kesadaran dalam mengkaji Islam secara obyektif sebagaimana dilakukan oleh orientalis dan Islamis. Pada umumnya orientalis lebih cenderung pada factor politik dan kecurigaan pada Islam. Sementara kajian kelompok Islamis terhadap Islam untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Karenaitu, orientalis perlu dilihat aspek positifnya. Pertama, buku referensi dari mereka sendiri. Kedua, koleksi naskah kuno lebih kaya daripada dunia Islam. Ketiga, cocok dengan pemikiran yang terbuka yang bisa menerima orang luar (outsider).
Copyrights © 2020