Novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari memberikan sudut pandang yang berbeda tentang perilaku abnormal. Berdasarkan uraian tersebut, permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana metonimi dari perilaku abnormal tokoh dalam novel Pasung Jiwa? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menjabarkan dan mendeskripsikan metonimi dalam Pasung Jiwa. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Jenis ini menggunakan pendekatan jenis ekspresif. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis psikokritik. Dari analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, 1) melalui metonimi kekuasaan Okky Madasari menganggap bahwa perilaku abnormal bukan merupakan gangguan jiwa, melainkan sebagai implementasi akibat terkungkung oleh norma dan larangan yang mengikat. Perilaku abnormal merupakan wujud kebebasan dari kekuasaan yang mengekang prinsip hidup seseorang. Gangguan jiwa dalam Pasung Jiwa tidak diartikan sebagai gangguan yang murni berasal dari psikis, tetapi lebih kepada bentuk pemberontakan terhadap kekuasaan, 2) Pasung Jiwa merupakan wadah bagi Okky Madasari untuk menyampaikan hasratnya tentang hak asasi LGBT. Di dalamnya Okky Madasari menyamarkan bentuk dukungannya terhadap LGBT dan hal itu dipengaruhi pengalamannya pernah berteman dengan kelompok gay, 3) bunuh diri digunakan Okky Madasari sebagai simbol untuk menunjukkan keberanian dalam arti yang berlainan, yakni keberanian dalam menghadapi hidup.
Copyrights © 2018