Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Tujuan: Ibu nifas dapat memahami dan melakukan tentang tehnik menyusui dan perawatan talipusar yang benar. Metode:.Desain penelitian yang digunakan adalah jenis desain Pre Ekperimen (one group pretest postest. Populasi dalam penelitian ini adalah total populasi yang berjumlah 91 responden, dn terdapat drop out sebanyak 8 responden. data dilakukan dengan ujic Wilcoxon Test. dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil: dari analisa pre menstruasi didapat hasil mean hemoglobi adalah 13,1 gr% Kadar hemoglobin maximum adalah 14,8 gr% dan nilai minimun adalah 10,6 gr%. Pada post menstruasi didapat hasil pmeriksaan mean hemoglobin adalah 13,1 gr% Kadar hemoglobin maximum adalah 15,0 gr% dan nilai minimun adalah 10,3 gr. Pada analisa Bivariat Dari hasil uji Wilcoxon , angka significancy menunjukkan angka pada kadar hemoglobin pre dan post 0,74 dan kadar hematokrit 0,435. Karena nilai p > 0.05 maka dapat di simpulkan bahwa tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah pemeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit secara bermakna. Simpulan: dari analisa dilakukannya pemeriksaan hemoglobin dan hematoktrik pre dan post menstruasi tidak ada perbedaan significan terhadap pre dan post menstruasi pada pemeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit pre dan post
Copyrights © 2017