Seksual aktif di kalangan remaja adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri. Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat. Perilaku seksual pada remaja dapat diwujudkan dalam tingkah laku yang bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik, berkencan, berpegangan tangan, mencium pipi, berpelukan, mencium bibir, memegang buah dada di atas baju, memegang buah dada di balik baju, memegang alat kelamin di atas baju, memegang alat kelamin di bawah baju, dan melakukan senggama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor dengan perilaku seks bebas mahasiswi STIKes “X†Palembang Tahun 2014. Metode penelitian menggunakan survey analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswi STIKes “X†Palembang berjumlah 106 responden. Hasil uji statistik diketahui bahwa responden yang berperilaku seks bebas sebesar 81,1%. Hasil uji chi square diketahui bahwa ada hubungan antara perilaku seks bebas dengan variabel pengetahuan dan peran orang tua (p value 0,047 dan 0,005), sedangkan diketahui tidak ada hubungan antara perilaku seks bebas dengan variabel sikap (p value 1,000), peran teman sebaya (p value 0,996), dan sumber informasi (p value 0,438). Analisis multivariat diketahui bahwa peran orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh perilaku seks bebas (PR 4,677). Sebagai orang tua hendaknya memberikan pengetahuan tentang seks bebas dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak sehingga orang tua dapat mengetahui problem pada anak, dan orang tua dapat mengarahkan dan mengawasi anak agar tidak salah mengambil tindakan sehingga dapat mencegah mereka agar tidak melakukan seks bebas
Copyrights © 2016