Systemic Lupus Eritematosus (SLE) adalah suatu penyakit autoimun kronis yang lebih banyak diderita oleh wanita terutama pada usia reproduktif yang seringkali menimbulkan masalah kesehatan terutama pada masa kehamilan dan dapat membahayakan kondisi ibu dan janin sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius dalam penegakkan diagnosis dan terapi. Penelitian in silico melalui molecular docking menemukan bahwa kandungan senyawa aktif yang dimiliki oleh tanaman cocor bebek (Bryophyllum pinnatum) memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi terapi biosimilar untuk pasien SLE, khususnya pasien yang berada pada masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh ekstrak daun Bryophillum pinnatum terhadap peningkatan Berat Badan Janin mencit BALB/c model lupus bunting. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan pendekatan post test only control group design. Sampel penelitian ini adalah mencit galur BALB/c yang berjumlah 20 ekor, dan dikelompokkan menjadi 5 kelompok : kelompok kontrol negatif (mencit bunting sehat), kontrol positif (mencit lupus bunting), kelompok perlakuan I (mencit lupus bunting + ekstrak daun Bryophillum pinnatum dosis 10,5 mg/hari), kelompok perlakuan II (mencit lupus bunting + ektrak daun Bryophillum pinnatum dosis 21 mg/hari), kelompok perlakuan III (mencit lupus bunting + ekstrak daun Bryophillum pinnatum dosis 42 mg/hari). Pemeriksaan berat badan janin dengan menggunakan timbangan analitis. Hasil: Dari hasil uji statistik, menunjukkan tidak ada perbedaan pengaruh signifikan dari pemberian ekstrak daun Bryophillum pinnatum dosis 10.5 mg/hari, 21 mg/hari dan 42 mg/hari terhadap berat badan janin. Simpulan : pemberian ekstrak daun Bryophillum pinnatum tidak terbukti dapat meningkatkan berat badan janin pada mencit BALB/c model lupus bunting
Copyrights © 2017