Tenaga listrik merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dari buku statistik ketenagalistrikan terlihat terjadi peningkatan jumlah pelanggan dan penggunaan tenaga listrik pada semua sektor, baik rumah tangga, industri, usaha maupun pada sektor umum dengan rata-rata kenaikan 7% dari tahun 2011-2015. Saat ini di Indonesia menggunakan sumber energi pembangkit listrik yang keberadaannya sangat terbatas yang menggunakan 3 jenis bahan bakar, yakni Minyak, batubara dan gas alam untuk PLTU; Minyak dan Gas alam untuk PLTG; minyak dan gas alam untuk PLTGU serta Minyak dan gas alam untuk PLTD. Peningkatan kinerja pembangkit tenaga listrik ini berdampak pada peningkatan jumlah pemakaian bahan bakar. Pada tahun 2011-2015 terdapat kenaikan tertinggi yakni rata-rata 33% pada jenis bahan bakar batubara. maka untuk menjaga kelestarian sumber energi ini perlu diupayakan langkah-langkah strategis yang dapat menunjang penyediaan energi listrik secara optimal dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lahan basah (rawa) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra eksperimental (Pre-experimental) Jenis One-Shot Case Study yakni dengan elektroda sebagai perlakuan ditempatkan ke dalam lahan basah (rawa). Elektroda yang ditempatkan kedalam lahan basah (rawa) kemudian diobservasi. Dari data hasil pengukuran terlihat bahwa lahan basah (rawa) memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik, dimana dengan menempatkan 2 elektroda yang masing-masing terbuat dari bahan tembaga dan timah pada kedalaman tertentu akan menghasilkan tegangan. Tegangan dengan nilai tertinggi didapatkan pada jarak antar elektroda 10cm. Dari data hasil penelitian juga didapatkan makin dalam penempatan elektroda pada lahan basah (rawa) makin besar/tinggi nilai tegangannya.
Copyrights © 2018