Perekam EKG konvensional yang terdapat pada rumah sakit dan instansi kesehatan lainnya berharga mahal dan memiliki ukuran yang besar. Hal ini menyebabkan mesin EKG tidak dapat digunakan untuk melakukan monitoring keadaan pasien untuk waktu yang lama, misalnya 12–24 jam. Padahal, beberapa penyakit kardiovaskular seperti fibrilasi atrium (FA) hanya memperlihatkan simtom secara acak dan jarang sehingga sangat kecil kemungkinan penyakit dapat terdeteksi pada saat dilakukan pengecekan EKG di rumah sakit. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem pendeteksi fibrilasi atrium (FA) yang bersifat portabel. Sistem dirancang dan diimplementasikan menggunakan dua mikrokontroler, yaitu Arduino Uno dan Raspberry Pi. Pendeteksian FA dilakukan menggunakan Teager Energy Operator (TEO).Kata Kunci: fibrilasi atrium, elektrokardiogram, teager energy operator
Copyrights © 2019