Jurnal Penelitian Humaniora
Vol 25, No 2 (2020)

Analisis semiotik dalam cerpen “Tak ada yang Gila di Kota ini”

Hani Latifah (Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
20 Apr 2021

Abstract

Karya-karya sastra umumnya memiliki tanda atau simbol yang merepresentasikan makna tertentu yang perlu dipecahkan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan telaah kode-kode yang terdapat dalam cerpen “Tak Ada yang Gila di Kota Ini” karya Eka Kurniawan dengan menggunakan analisis semiotik yang dikemukakan oleh Roland Barthes yang mencakup beberapa sistem kode yaitu kode aksi, kode teka-teki, kode budaya, kode konotatif, dan kode simbolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan mengaplikasikan teknik baca dan catat. Data berupa, kata, frasa, klausa, dan atau kalimat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima kode digunakan dalam cerpen diatas. Ada delapan bagian yang merepresentasikan kode aksi. Sementara itu, kode teka-teki digunakan untuk menggambarkan salah satu tokoh. Kode budaya digunakan untuk menggambarkan nilai-nilai yang dianut dan dipercayai para tokoh dalam cerpen. Dan dua kode terakhir yaitu kode konotatif dan simbolik, merupakan dua kode yang saling melengkapi satu sama lain, dimana kode konotatif menyiratkan suatu makna tertentu yang kemudian di di dalam novel tersebut direpresentasikan dalam bentuk symbol-simbol.Kata kunci: semiotik Roland Barthes, kode, makna, cerpen

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

humaniora

Publisher

Subject

Humanities Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Penelitian Humaniora is published by Institute of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta Jurnal Penelitian Humaniora publishes articles of non educational research and issues related to humanity (culture, language, arts, social ...