ABSTRAK Kesibukan mahasiswa dalam dunia perkuliahan menyebabkan banyak mahasiswa kurangmemperhatikan kesehatan diri, salah satunya yaitu mahasiswa kedokteran. Mahasiswa kedokterandisibukkan dengan berbagai macam tugas dan tanggung jawab sehingga mereka tidak memilikibanyak waktu untuk sarapan di pagi hari. Padahal untuk memulai kegiatan sehari-hari sangat pentingdiawali dengan sarapan. Waktu reaksi yang dimiliki mahasiswa dipengaruhi oleh sarapan. Penelitianyang dilakukan di FK Universitas Udayana bertujuan mengetahui perbedaan waktu reaksi padamahasiswa program studi sarjana kedokteran dan pendidikan dokter (PSSKPD) yang sarapan pagidan tidak sarapan pagi. Analitik cross-sectional sebagai desain studi yang digunakan pada penelitian.Keseluruhan subjek berjumlah enam puluh responden dari mahasiswa FK Universitas Udayana.Terdiri atas responden laki-laki dan perempuan. Responden penelitian ini merupakan mahasiswaPSSKPD angkatan 2016 yang sarapan pagi serta yang tidak sarapan pagi. Diperoleh data serta hasilmenggunakan pengukuran waktu reaksi dengan alat reaction timer. Hasil penelitian dianalisis dandisajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Pengukuran waktu reaksi pada responden mahasiswa yangsarapan pagi memiliki rata-rata waktu reaksi 0,484 ± 0,12 detik sedangkan pada responden mahasiswayang tidak sarapan pagi memiliki rata-rata waktu reaksi 1,131 ± 0,33 detik (p = 0.000). Perbedaanwaktu reaksi signifikan ditunjukan sebagai hasil pada mahasiswa PSSKPD sarapan pagi serta tidaksarapan pagi. Kata Kunci: Sarapan, Waktu Reaksi
Copyrights © 2020