Penurunan kapasitas produksi minyak mentah pada sumur tua yang disebabkan ketidakmampuan untuk mengangkat minyak ke permukaan dengan metode primer dan sekunder membutuhkan teknologi baru yang disebut tersier yaitu berupa injeksi polimer. Polimer yang biasa digunakan dalam injeksi polimer terbagi menjadi tiga yaitu polimer sintetis, biopolimer, dan polimer alam. Beberapa polimer alam yang serimg dijumpai yaitu rumput laut dan daun cincau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimer alternatif terbarukan sebagai material injeksi polimer dengan mengetahui karakteristik awal seperti viskositas, kompatibilitas dan pengaruh shear rate. Pengujian dilakukan dengan metode eksperimental yang memiliki beberapa tahapan yaitu pengeringan, penghancuran hingga menjadi bubuk, dan membuat larutan polimer pada salinitas yang berbeda. lalu polimer didiamkan selama lebih dari 24 jam hingga dilakukan pengujian. Polimer yang diuji berasal dari beberapa bahan yaitu rumput laut, daun cincau, dan xanthan gum sebagai pembanding. Parameter yang digunakan yaitu konsentrasi polimer yang dilarutkan pada berbagai salinitas. Hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik dari rumput laut dan daun cincau hijau terhadap kontrol memiliki kesamaan yaitu mengalami penurunan viskositas seiring meningkatnya salinitas. Larutan rumput laut dan daun cincau bersifat kompatibel dengan air formasi ditunjukkan dengan campuran larutan yang homogen dan tidak terdapat gumpalan serta uji shear rate menunjukkan bahwa polimer yang terbentuk bersifat pseudoplastik.
Copyrights © 2020