Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran spiritual bonding anak usia dini di Bali. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan penggambaran data dilakukan secara deskriptif. Partisipan dari penelitian ini adalah siswa TK Lab Undiksha Singaraja (1 kelas) dan siswa TK Harapan Denpasar (1 kelas). Penelitian ini melibatkan satu variabel yaitu spiritual bonding dan data penelitian diperoleh melalui metode survey. Spiritual bonding didefiniskan sebagai sebuah semangat anggota komunitas dalam menciptakan kohesivitas sosial antar anggota komunitas atas dasar nilai-nilai spiritual yang ada di Bali yaitu nilai filosofis Tri Hita Karana. Instrumen penelitian ini menggunakan instrumen yang sudah tervalidasi dalam (Wirabrata, 2016). Sebagai penyesuaian untuk kepentingan penelitian ini, maka instrumen yang sudah tervalidasi tersebut dicek kembali keterbacaannya oleh dua orang pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritual bonding anak usia dini di Bali secara umum masih rendah. Spiritual bonding terendah terutama pada aspek Palemahan baik dari segi kognitif, afektif maupun konatif. Dengan kata lain, data ini menunjukkan bahwa anak usia dini belum memiliki pemahaman bahwa menjaga lingkungan bisa memberikan dampak yang besar tidak hanya bagi diri sendiri namun juga bagi kenyamanan orang lain. Ranah afektif pun juga masih tergolong rendah khususnya pada aspek Palemahan yang dimana rendahnya kedua ranah ini akan memengaruhi ranah konatif yang termanifestasi ke dalam perilaku mereka. Kata-kata Kunci: anak usia dini, spiritual bonding, Tri Hita Karana
Copyrights © 2020