Jurnal Teknik ITS
Vol 9, No 2 (2020)

Prediksi Debit Limpasan Air Permukaan pada Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Jombang Berdasarkan Pemodelan Penggunaan Lahan

Ikhfadhulhikmy Kurnia Bintang Ramadhan (Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
Cahyono Susetyo (Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)



Article Info

Publish Date
15 Feb 2021

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan penetapan kebijakan khusus bagi suatu wilayah memiliki dampak langsung terhadap laju pembangunan. Dampak dari meningkatnya laju pembangunan adalah alih fungsi lahan, tidak terkecuali alih fungsi lahan pada kawasan resapan air sehingga mengakibatkan meningkatnya debit limpasan air yang berpotensi menjadi banjir. Terlebih peningkatan laju pembangunan tersebut terjadi pada daerah rawan banjir. Hal tersebut terjadi di Kabupaten Jombang, khususnya pada Kecamatan Mojoagung, Mojowarno, Sumobito, Bareng, dan Wonosalam. Selama 11 tahun (2006-2017) 5 kecamatan tersebut mengalami alih fungsi lahan dari non terbangun menjadi terbangun seluas 2009,26 Ha, selain itu wilayah tersebut merupakan daerah langganan banjir dan berdasarkan rencana tata ruang ditetapkan menjadi kawasan strategis ekonomi dengan fungsi perkotaan, perdagangan, dan industri. Berdasarkan pada kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi debit limpasan air permukaan berdasarkan pemodelan penggunaan lahan sebagai respon penetapan kebijakan yang ada. Tujuan penelitian dicapai dengan mengidentifikasi pola perkembangan penggunaan lahan, lalu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan, selanjutnya melakukan pemodelan spasial penggunaan lahan sampai tahun 2039 dengan menggunakan metode celluler automata, dan terakhir menganalisis peningkatan debit limpasan air permukaan berdasarkan pemodelan penggunaan lahan dengan menggunakan metode rasional. Hasil dari penelitian ini wilayah penelitian terbagi menjadi 63 sub Das dan menghasilkan 2 skenario pemodelan penggunaan lahan yakni berdasarkan trend pertumbuhan lahan (SK1) dan analisis kebutuhan lahan (SK2). Berdasarkan SK1 menunjukkan 71,43% dari 63 sub das mengalami kenaikan koefisien limpasan dan debit limpasan dengan rata-rata kenaikan 0,61-0,63 m3/detik, dengan rincian terdapat 4129,15 Ha lahan yang diprediksi akan berubah menjadi kawasan terbangun pada tahun 2039 dengan potensi mengakibatkan kenaikan debit sangat tinggi. Sementara SK2 menunjukkan 68,25% dari 63 sub das mengalami kenaikan koefisien limpasan dan debit limpasan dengan rata-rata kenaikan 0,38-0,4 m3/detik, dengan rincian terdapat 2999,81 Ha lahan yang diprediksi akan berubah menjadi kawasan terbangun pada tahun 2039 dengan potensi mengakibatkan kenaikan debit sangat tinggi.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

teknik

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 ...