Surabaya memiliki potensi gempa bumi dengan kekuatan 6,0-6,9 SR yang dapat disebabkan oleh Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Infrastruktur penampungan merupakan tempat pelayanan dan pemenuhan kebutuhan sementara bagi para pengungsi. Tingkat kesiapan infrastruktur penampungan di Kota Surabaya masih rendah yakni 0-34%. Untuk meningkatkan kesiapan tersebut, maka diperlukan konsep penyediaan infrastruktur penampungan darurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dan induktif serta merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisa Content Analysis dan triangulasi. Pengumpulan data menggunakan studi literatur, peraturan yang berlaku, dan juga wawancara dengan stakeholder terkait yang memahami tentang infrastruktur penampungan darurat gempa. Sasaran 1 menghasilkan kriteria penyediaan dalam penampungan darurat. Sasaran 2 merumuskan konsep yang dapat digunakan sebagai acuan penyediaan penampungan darurat.. Penelitian ini menghasilkan 19 kriteria dari keamanan penampungan darurat, kelayakan penampungan, dan pemulihan sosio psikologi pengungsi. Konsep yang dirumuskan terbagi pada fase mitigasi dan fase tanggap darurat. Pada fase mitigasi berfokus kepada penyelarasan peraturan, pemetaan dan penentuan alternatif lokasi, penyiapan pemenuhan kebutuhan dasar, dan juga sosialisasi kepada masyarakat dalam menghadapi gempa. Sedangkan, pada fase tanggap darurat berisi tentang operasi darurat seperti, perbaikan darurat, pemenuhan kebutuhan, dan penanganan korban dalam penampungan.
Copyrights © 2020