Beberapa fasilitas MCK di Surabaya diketahui menghasilkan effluent yang tidak memenuhi baku mutu. Hal ini disebabkan oleh terakumulasinya lumpur dalam fasilitas tersebut. Akumulasi lumpur yang berlebih merupakan akibat dari tidak dilakukannya pengurasan lumpur secara berkala yang dikarenakan oleh kendala jarak serta keterbatasan alat angkut. Pengolahan lumpur tinja pada umumnya menggunakan dewatering. Semakin tebal media pasir yang digunakan maka semakin tinggi efesiensi penurunan beban polutan pada filtrat. Namun hal tersebut akan mengakibatkan volume pasir yang dibutuhkan semakin besar dan mengurangi efektifitas filter. Penambahan media filter geotextile merupakan alternatif yang direkomendasikan untuk mengurangi volume pasir yang dibutuhkan serta mempermudah pencian media filter. Berdasarkan hasil diperoleh bahwa penambahan geotextile non woven 6cm pada media filter, mampu meningkatkan kemampuan media filtrasi berupa kenaikan penyisihan pada TSS hingga 99,99%, TN 98%, ammonia 99,99%, BOD5 99,99%, TVS 99,99% dan Total Coliform 99,99%. Dimensi unit dewatering yang direncanakan adalah menggunakan bak pengering berukuran P=4,3m, L= 2,3m tinggi 1,06m dan bak penampung filtrat P= 2,3m dan L=1,3m.
Copyrights © 2020