Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi balok H = 1/12 L-1/10 L terhadap luas tulangan balok yang digunakan pada konstruksi bangunan. Variabel yang ditinjau dalam penelitian ini merupakan tinggi balok dan luas tulangan pokok. Model struktur portal yang ditinjau ialah portal dalam bentuk tiga dimensi dan bertingkat tiga. Analisis struktur dilakukan dengan menggunakan bantuan Aplikasi SAP 2000 versi 20.2. Perhitungan beban mati dan beban hidup gedung ini berdasarkan pada peraturan SNI 03-1727-2013, perhitungan beban angin berdasarkan pada Pedoman Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1987, perhitungan beban gempa berdasarkan pada SNI 1726-2012. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi pembesaran luas tulangan balok dari tiap-tiap penampang yang berbeda, dimana semakin besar penampang/tinggi balok semakin besar luas tulangan, pengaruh besarnya luas tulangan terjadi pada balok H=1/10L-1/11L, Perbedaan luas tulangan berdasarkan perencanaan berdasarkan momen ultimit (Mu) terhadap balok adalah (30x40)cm= As = 397,38 mm2, As’ = 198,69 mm2. (20x35)cm= As = 299,03 mm2, As’ = 114,51 mm2. (25x40)cm= As 331,15 mm2, As’ 165,58 mm2. (20x30)cm= As 193,13 mm2, As’ 96,56 mm2. (25x35)cm= As 286,28 mm2, As’ = 143,14 mm2. (20x25)cm= As = 157,23 mm2, As’ 78,62 mm2. Luas tulangan balok yang lebih efisiensi dalam perencanaan gedung ini adalah balok 1/12 L ukuran (25x35)cm dan ukuran (20x25)cm.
Copyrights © 2020