Gedung PT PLN Udiklat Semarang dibangun tahun 1973, perlu dilakukan evaluasi instalasi listrik. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kelistrikan sebuah gedung saat ini masih memenuhi persyaratan teknik dan keselamatan. Baik berupa perubahan kualitas maupun kuantitas. Perubahan tersebut berpengaruh terhadap kelayakan instalasi dan keselamatan pemakainya. Pemilihan kapasitas gawai proteksi tidak hanya menghitung arus nominal yang mengalir, melainkan juga harus memperhatikan arus hubung singkat yang dapat mengalir pada jaringan tersebut. Penentuan arus hubung singkat yang tidak sesuai dapat menyebabkan gawai proteksi tidak dapat berjalan dengan optimal Pada kondisi eksisting terdapat 78 gawai proteksi yang memiliki nilai tidak sesuai dengan penentuan standar PUIL 2011. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dirancang sistem proteksi pada Gedung PT. PLN Udiklat Semarang, serta membandingkan antara kondisi sebelum dan sesudah di desain ulang dengan menggunakan software ETAP 12.6. Untuk penentuan arus nominal gawai proteksi rancangan sistem akan dibuat dengan mengacu pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Pemilihan nominal arus sensor gawai proteksi pada LVMDP sebesar 1.600 A sesuai dengan FLA 1.515 A sesuai dengan standar. Pada hasil tugas akhir ini didapat 78 gawai proteksi yang memiliki nilai pengenal dibawah standar sudah diperbaiki. Koordinasi gawai proteksi sudah diperbaiki sesuai dengan nilai serta pengaturan dari masing-masing gawai proteksi.
Copyrights © 2020