Perampokan merupakan salah satu tindakan kriminal yang ada di Indonesia. Pada umumnya, para pelaku membawa alat benda yang dapat menjadi senjata, seperti pisau atau celurit ketika melakukan aksi perampokan tersebut. Setiap tindakan kriminal tentu disertai oleh berbagai faktor yang melatarbelakangi pelaku yang dalam hal ini melakukan perampokan di minimarket. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dinamika psikologis yang dimiliki Abu (nama samaran), seorang warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman di sebuah lembaga pemasyarakatan karena beberapa kali melakukan aksi perampokan pada tahun 2015. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan menggunakan rangkaian asesmen psikologi, meliputi Wechsler-Bellevue Intelligence Scale (WBIS), tes grafis (DAP, BAUM, dan HTP), SSCT (Sack’s Sentence Completion Test), dan Hare Self-Report Psychopathy Scale. Hasil asesmen menunjukkan bahwa Abu mengalami gangguan kepribadian antisosial yang ditegakkan berdasarkan kriteria pada DSM-5. Sementara itu, faktor utama yang mendorong Abu dalam melakukan aksi perampokan adalah karena kesulitan ekonomi dan permasalahan terkait self-control.
Copyrights © 2021